Selasa, 10 Mei 2016

Salam dari MABA

Tanggal 9 Mei 2016, hari yang menggemparkan seluruh siswa SMA kelas tiga. Entah bagaimanapun, tanggal itu benar-benar bersejarah bagi saya. Sekejap membawa kenangan setahun silam. Ya, saya tahu bagaimana rasanya menunggu detik-detik pengumuman yang tiba-tiba membuat sekujur tubuh kaku dan tangan tak henti-hentinya mengepal karena kedinginan walaupun cuaca sedang menyengat siang itu. Dengan berdebar kubuka situs snmptn.ac.id dan kumasukkan nomor pendaftaran serta tanggal lahir saya. Alhamdulillah semuanya berjalan mulus, saya diterima di salah satu kampus terbaik bangsa, bernama Institut Teknologi Bandung. Merupakan suatu anugerah dan penghargaan yang sangat besar bagi saya untuk bergabung dengan manusia-manusia jenius dari seluruh penjuru kota maupun desa yang disatukan dalam sebuah kampus Ganesha. Tak henti-hentinya saya mengucapkan syukur kepada Sang Maha Kuasa.

Namun, yang sedikit mengganjal adalah banyak orang menanyakan, "Mbak Malikah kok nggak ambil kedokteran?", "Mal teknik keras lho", "Mbak tadi ketrima dimana? FTI? Itu apa? Oh Teknik Industri ya?", "Bandung jauh lho Mal nanti kamu pasti nangis terus", "Di sana pergaulannya serem padahal", "Masakannya pedes-pedes nggak ada yang manis nanti kamu nggak kerasan lho", "Kok cewek masuk teknik? Mau kerja di pabrik/perusahaan? Anaknya nggak keurus lho, Mal." Pokoknya macam-macam komentar dari orang-orang ketika tahu saya diterima di  FTI ITB. Baik, saya akan menjelaskan satu demi satu.

Yang pertama, FTI itu Fakultas Teknologi Industri, hehe, bukan Teknik Industri. Nah jadi untuk yang belum tahu infonya, di ITB ini ada sistem TPB alias Tahap Persiapan Bersama yang masih dibagi per fakultas, bukan per jurusan. Nah kalau saya masuknya di Fakultas Teknologi Industri, dan di semester 3 nanti mulai dibagi menjadi 6 jurusan yaitu : Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Industri, Manajemen Rekayasa Industri, Bioenergi dan Kemurgi, serta Teknik Pangan. Di fakultas ini, saya bertemu dengan segala macam manusia. Yang hobinya tidur di kelas tapi nilainya sempurna, ada. Yang tiap hari ngambis ke perpus, ada. Yang sukanya jualan makanan di kelas, ada. Yang nggak pernah mandi tiap kuliah, ada. Yang pinter tapi anti sosial, ada. Yang sukanya duduk di deret paling depan, ada. Yang tiap hari telat, juga ada. Semuanya ada di sini. Saya sangat bersyukur bisa berteman dengan mereka. Saya bersyukur menjadi bagian dari angkatan FTI 2015! :)

Kedua, alasan saya untuk tidak masuk kedokteran. Dulu sempat bimbang saat mengisi entri perkuliahan. Sejak SMA kelas X, Ayah saya selalu berpesan, "Dek, kamu itu cocoknya di kedokteran karna kamu mudah berkomunikasi dengan orang-orang, kamu suka anak kecil, dan kamu nggak tegaan...". Tapi, saya tidak menyukai pelajaran biologi. Apalagi saya takut sekali dengan darah, bisa gemetaran saya lihatnya, Akhirnya semua keluh kesah itu saya ceritakan ke guru BK. Beliau bilang "Ayah kamu benar. Tapi kalau kamu merasa itu bukan jalanmu, cari sampai ketemu. Kamu suka di teknik? Tidak masalah. Asal kamu suka dan merasa nyaman, kenapa tidak?". Saya sempat mencoba untuk menyukai pelajaran biologi dan mencoba berani saat melihat darah dan segala macam hal yang menjijikkan di dunia kedokteran. Namun, semuanya sia-sia. Saya merasa tidak ditakdirkan untuk menjadi seorang dokter. Akhirnya saya kukuh dengan pilihan saya sejak kelas dua SMP dulu, yaitu Teknik Kimia. Aamiin. Oh iya, saat mengisi entri di SNMPTN dulu saya menangis sejadi-jadinya siang serta malam. Galau tidak karuan antara mengikuti kata orang tua atau kata hati. Namun alhamdulillah setelah shalat istikharah saya mendapatkan titik terang dan sampailah saya di Institut ini.

Oh iya karena banyak teman-teman serta adek kelas yang menanyakan perihal perkuliahan di sini, saya ingin membeberkan semuanya, Ya, kuliah di perteknikan memang keras karena kami dituntut untuk memberikan pemikiran terbaik yang kami punya. Selain itu karena memang kebanyakan lulusan dari mahasiswa ITB bekerja di lapangan seperti perusahaan, pabrik, dan lain-lain. Intinya terjun langsung di kehidupan yang cukup keras nantinya. Tapi di sinilah saya belajar banyak hal. Saya mulai keluar dari comfort zone saya untuk terbiasa dengan hal-hal perkuliahan yang sangat jauh berbeda ketimbang dunia SMA. Saya belajar menjadi mahasiswa, seorang siswa dengan segala ke"maha"annya. Seorang siswa yang dituntut lebih. Seorang siswa yang sudah mulai ikut campur urusan bangsa. Seorang siswa yang mulai dipaksa dewasa pemikirannya serta lebih besar jiwa kemandiriannya. Tidak mudah, namun bukan berarti tidak bisa. Semuanya membutuhkan proses yang tak begitu saja berhasil. Di sini saya mulai memahami arti kegagalan yang justru memacu semangat dan gairah saya untuk memperbaikinya. Dan di sini saya mulai merasa ilmu yang saya punya sangat sangat sangat sedikit. Saya harus banyak belajar dan membaca untuk memperoleh pengetahuan dari manapun, siapapun, kapanpun, dan dimanapun.

Kalau masalah prospek kerja, FTI ini sangat banyak peluangnya karena sangat banyak inovasi yang lahir dari pemikiran mahasiswa mahasiswinya. Di Teknik Kimia, kita akan belajar tentang proses dari bahan mentah menjadi sesuatu yang bernilai namun tetap merujuk pada keekonomisannya. Prospeknya sangat luas, bisa bekerja di perusahaan minyak, makanan, kosmetik, mineral, bahan bakar, tekstil, farmasi, dan masih banyak lagi. Di Teknik Fisika, kita akan belajar tentang pengaplikasian ilmu fisika yang telah kita pelajari. Misalnya memanfaatkan sinyal gelombang otak sebagai pengatur gerak kursi roda, pemanfaatan sinyal laser, pengaturan lighting, pembuatan angklung yang digerakkan oleh robot, instrumentasi, otomasi, dan lain-lain. Di Teknik Industri, mahasiswa akan belajar untuk mengintegrasi manusia serta mesin secara holistik. Dan di Manajemen Rekayasa Industri, mahasiswa akan mempelajari tentang desain dan marketing. Intinya semua jurusan di FTI saling berhubungan satu sama lain dan akan saling membutuhkan di dunia kerja nantinya.

Kalau saya sendiri sih pengennya jadi dosen, biar anak sama suaminya keurus, hehe. Kalau jadi wanita kantoran atau bekerja di perusahaan takutnya berangkat pagi pulang malam. Diam-diam saya ini mengamati teman-teman SMA saya yang latar belakang orang tuanya berbeda. Tak sedikit yang kurang perhatian karena memang hanya sedikit waktu yang ada bagi mereka untuk bertemu orang tuanya setiap hari. Saya tidak ingin menjadi ibu yang seperti itu. Anak adalah titipan, jadi harus dijaga dan diasuh dengan sebaik-baiknya.

Nah kalau masalah kuliahnya di Bandung yang katanya jauh, pergaulannya nggak bener, apa-apa mahal, dan segala hal yang dikhawatirkan, eits jangan salah. Selama dua semester saya kuliah, benar-benar merasa nyaman hidup di kota kembang yang lebih dingin dibandingkan di Solo ataupun Gemolong. Bahkan masyarakat di sini ternyata sangat ramah. Ketika saya keluar dari kos dan menuju ke kampus, saya selalu disapa dengan senyum oleh ibu-ibu yang sedang berbelanja di tukang sayur keliling, ataupun sedang menggendong dan menyuapi makanan untuk bayi kecilnya. Pemandangan tiap pagi juga diisi dengan seorang ayah yang memboncengkan anaknya ke sekolah. Semua itu mengembalikan memori saya tentang kehidupan masa kecil. Terkadang saya meneteskan air mata yang dengan cepat saya usap dan dengan tetap tegar berjalan riang menuju kampus.

Di kampus ini, saya juga mengikuti pengabdian desa sehingga saya bisa terjun langsung ke masyarakat. Misalnya, pada tanggal 5 Maret lalu, Gamifti (Keluarga Mahasiswa Islam FTI) mengadakan kunjungan ke SLB Cicendo. Di sana, kami bertemu dengan anak-anak yang mengalami disabilitas, yaitu tunarungu. Walaupun begitu, mereka tetap tersenyum dan membuat kami semua dengan penuh haru mensyukuri segala hal yang telah kami punya. Saat ditanya cita-citanya jadi apa, mereka menulis "Saya ingin menjadi orang sukses", "Saya ingin membahagiakan orang-tua", "Saya ingin bekerja untuk keluarga saya", dan masih banyak lagi. Saya jadi ingat salah satu ayat yang diulang-ulang di Surah Ar-Rahman : "Maka nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan?". Lalu pada tanggal 10 April, tim Mozaik melakukan pengabdian desa di salah satu desa Sekejolang Ciburial Cimenyan, Bandung. Di sana kami berkenalan dengan warga sekitar serta bermain dengan anak-anak kecil. Alhamdulillah.

Oh iya ada satu hal lagi yang saya suka dari ITB. Saya tetap masih bisa menggeluti hobi saya, karena kampus ini menyediakan piano di Gedung SR, dan juga di Kresna (depan Gedung SBM). Kalau lagi jenuh saya biasanya mampir buat main piano di Gedung SR, karena suasananya sangat sunyi. 

Mm kalau ngomongin soal makanan, makanan di Bandung enak-enak lho ternyata. Dan harganya masih cukup bersahabat dengan kondisi kantong mahasiswa. Kalau makanan favorit saya tetep jatuh pada kuro-kuro, mi aceh, serta bubur kacang ijo yang tiap pagi selalu memanggil pelanggannya dengan memukul-mukul mangkok bergambar ayam jago. Kalau sudah bosan dan malas keluar kosan, saya mencoba resep masakan di tumblr. Ya lumayan lah, saya sudah bisa memasak martabak manis, kwetiaw, sup, cilok, dan banyak lagi. Hitung-hitung sekalian pemantasan diri *eh*.

Nah, ternyata merantau di kota orang tak seburuk yang dibayangkan, kan? Tergantung diri kita masing-masing. Kalau kita masih bisa bersyukur dan mengambil sisi baiknya, insya Allah segalanya akan dilancarkan oleh Allah. Aamiin. Dan yang paling penting jadilah dewasa, dimanapun kamu berada. Walaupun jauh dari orang tua, kita tetap harus selalu mengawasi diri kita sendiri. Dan oh iya, jangan lupa telfon orang tua secara berkala ya buat kamu yang sedang merantau! Rindu, pasti :)

Salam rindu,
Maba ITB 2015,
Malikah.



Sabtu, 08 Juni 2013

Akhirnya, jadi anak SMA!

Hi everyone!
Hari ini aku mau cerita tentang hasil UN yang diumumkan tanggal 1 Juni kemarin nih.

Yaa setelah 4 hari mengerjakan 180 soal ; 50 soal Bahasa Indonesia, 40 soal Matematika, 50 soal Bahasa Inggris, dan 40 soal IPA akhirnya aku sudah sedikit lega. Setelah sebelumnya aku belajar ekstra untuk 4 mapel itu, kini aku sudah merasa beban itu sudah hilang. Ya, belajar 3 tahun selama ini  di jenjang SMP akan ditentukan dengan 4 hari tersebut.

Saat aku mengerjakan soal pada hari pertama, yaitu Bahasa Indonesia, aku memang merasakan sesuatu yang beda. Ya, saat belajar di rumah aku memang belajar soal UN Bahasa Indonesia tahun kemarin. Dan ini, sedikit lebih susah. Ya, UN tahun ini bobot kesulitannya ditambah 10%. Wah wah, apalagi ditambah dengan 20 paket soal yang mana setiap siswa mengerjakan soal yang masing masing tak akan ada yang sama. Okelah, kukerjakan soal ini semampuku. Mari berperang!

Hari kedua, hari ketiga dan hari keempat telah selesai. Legaaaa. Tinggal menunggu pengumuman UN tanggal 1 Juni. Hmm, waktu yang lumayan lama ya.
Setelah UN selesai dan lega terasa, kini datang suatu yang mungkin bisa dikatakan cobaan atau apalah. Tanggal 23 Mei, sekolahku, SMPN 1 Gemolong berulang tahun yang ke-40. Dan ternyata, kelas 9 juga diharuskan berpartisipasi dalam hal ini. Banyak sekali kegiatannya. Mulai dari karnaval, lomba per kelas, sampai pada puncak hari H. Okelah kita mengikutinya.


Menunggu hari dari tanggal 25 April sampai dengan 1 Juni bukanlah waktu yang singkat. Selain mempersiapkan kegiatan untuk Ulang Tahun sekolahku, aku juga akan mempersiapkan untuk masuk SMA. Selama ini aku sudah punya impian untuk bersekolah di SMAN 1 Surakarta. Dan ya, sebentar lagi SMA tersebut akan membuka kelas Akselerasi. Aku tidak tertarik awalnya. Tapi, tiba tiba benakku berbisik "Mengapa aku tidak mendaftar saja?". Ada yang mengatakan bahwa masuk aksel itu akan mudah masuk PTN, pelayanannya pun lebih dari kelas regular. Namun yang pasti aku mendaftar karena mutunya yang memang bagus. Dan akhirnya aku mendaftar. Ternyata banyak sekali yang mendaftar, sekitar 320 siswa dan hanya akan diambil 60 siswa. Wah banyak sekali saingannya!

Setelah mendaftar, tanggal 13-16 Mei aku harus mengikuti beberapa tes yang harus aku jalani. Ada tes Tes Potensi Akademik dan Matematika pada tanggal 13, Tes IPA dan Bahasa Inggris pada tanggal 14, Tes Psikologi pada tanggal 15, dan Tes Wawancara pada tanggal 16.
Setelah semuanya selesai, aku merasa lega kembali seperti lega saat menyelesaikan UN pada hari terakhir. Kini aku tinggal menunggu hasilnya pada tanggal 4 Juni 2013. Menunggu, menunggu dan menunggu. Semoga berhasil! 'v')/


Sembari menunggu hasil UN dan hasil Akselerasi, aku mendapat beberapa pendapat dari banyak orang. Mulai dari keluargaku, kakak kelasku, teman teman, dan masih banyak lagi. Ada yang bilang "Akselerasi itu nggak berat kok, asalkan kamu niat dan rajin, pasti kamu bisa!". Ada juga yang bilang "Hah aksel? Berat itu, nanti kamu kecil ikut aksel tambah kecil lho!". Dan ada juga yang bilang "Aksel? Mau cepet lulus ya?". Dan masih banyak lagi yang mengatakan sesuatu yang membuat niat lurus ini menjadi simpang siur. Namun kuteguhkan hati ini untuk tetap mantap!

Akhirnya, 1 Juni pun datang. Gugup, nerveous, senang, semuanya campur aduk dalam hati. Pengumuman UN akan diadakan pukul 3 sore. Sepertinya ini curang, daerah lain sudah diumumkan pagi tadi, mengapa tidak dengan di sini? Ternyata memang ini sudah aturan dari pemerintah pusat. Aku berangkat setengah 3 dari rumah. Sampai sekolah sudah ramai teman temanku lalu lalang di halaman. Dah oh iya, ada temanku, namanya Rima, dia sudah tahu hasil UN pada tanggal 31 Mei dan dia tidak memberi tahu seorang pun, wah -__-
Baiklah kita menunggu pukul 3 sore, aku pergi ke BK. Di sana aku bercakap dengan guru BK di sekolahku.


"Malikah sudah tahu nilaimu per mapel?"

"Belum."

"Oh ini lho nilaimu per mapel. Sini dilihat."

"Wah hehe terima kasih."

"Loh kamu sudah tau kan sebelumnya?"

"Belum hehe"

"Waduh saya keceplosan ini, yasudah", sembari menutup map berisi nilai itu.

Aku tidak melihat dengan pasti berapa nilaiku tadi. Ah lupakanlah, nanti juga akan tahu sendiri. Kemudian aku keluar dari BK. Sebenarnya aku ke sana ingin mengadu sustain keyboardku yang hilang saat Ulang Tahun Sekolah. Namun aku malah diberi tahu nilaiku.

"Ngapain kah senyum senyum sendiri?", tanya beberapa temanku.

"Ndak papa kok hehe".

Setelah waktu menunjukkan pukul setengah 4, aku dan beberapa teman 9E menuju ke kelas yang digunakan untuk membagikan hasil UN kelas 9E, di sana sudah banyak sekali wali murid yang hadir. Pak Wakimin, selaku wali kelasku, kemudian membuka acara dan mengucapkan "Untuk UN Tahun 2013, kelas 9E dinyatakan lulus 100%!". Semua bersorak gembira.

Dan kita pun langsung menuju ke halaman sekolah. Kepala Sekolahku membuka dengan ucapan salam dan pembukaan. Setelah itu beliau mengatakan bahwa murid SMPN 1 Gemolong lulus 100%. Semua berteriak kemenangan. Dan kemudian mr.Wi melanjutkan dengan membacakan pengumuman peringkat 10 besar paralel.

"Peringkat 1 diraih oleh Malikah Najibah dari kelas 9E, peringkat 2 oleh Anis Yuliana Kusumaningrum dari kelas 9E, peringkat 3 oleh Wildan Chairuzzein dari kelas 9E, peringkat 4 oleh Hafidz Firmansyah dari kelas 9E, peringkat 5 oleh  Fifit Indriyantari dari kelas 9G, peringkat 6 oleh Sofia Nur Kamalita dari kelas 9G, peringkat 7 oleh Muh. Hanif Nur Falah dari kelas 9G, peringkat 8 oleh Khoiriyah Setyo Wardhani dari kelas 9G, dan peringkat 10 diraih oleh 4 orang yaitu Nada Sausan Zahirah dari kelas 9E, Muhamaad Ridwan Arifin dari kelas 9E, Berliana Nur Azizah dari kelas 9F dan Andika Putri Ratnasari dari kelas 9G..."

Wah betapa senangnya! Akhirnya aku bisa mengalahkan saingan terberatku yaitu Anis dan Wildan, hihi ^^ Alhamdulillah, ucapan syukur tak henti hentinya keluar dari mulut ini. Terima kasih ya Allah! :)

Sampai di rumah banyak sekali yang mengucapkan selamat, mulai dari keluarga, teman teman, tetangga, adik kelas, kakak kelas. Wah darimana mereka tau? Bahkan tetanggaku yang berumur 5 tahun pun mengucapkan selamat kepadaku :D

Hari Senin, aku sudah punya agenda untuk mengirimkan nilai UN ke SMAN 1 Surakarta untuk persyaratan terakhir dalam tes Kelas Akselerasi. Jam 9 aku berangkat dari Gemolong. Sesampainya di Smansa kuserahkan SKHUN asliku. Setelah selesai, kami pulang. Kata salah satu guru di sana, pengumuman akan diumumkan hari Selasa malam. Wah deg degan sekali ini.

Pada hari Selasa pukul 9 malam aku mencoba membuka website Smansa, dan sepertinya jaringan error, aku tak bsa membukanya. Kemudian hpku bergetar. Ada salah seorang temanku yang memberitahu bahwa aku masuk! Kyaaa!! Aku sedikit belum yakin kalau belum melihat hasilnya sendiri. Dan akhirnya bisa juga kudownload hasilnya. Benar saja, disana terpampang namaku. Senangnya! Dari SMPku hanya 2 orang yang diterima yaitu aku dan Anis. Wah wah. Malamnya aku tak bisa tidur dan akhirnya aku terlelap pukul 01:00 pagi. Entah ini terlalu senang atau apa. Alhamdulillah!

Yah aku senang sekali akhirnya selesai juga masa masa SMP dan sekarang aku telah menjadi anak SMA. Akhirnya. Walaupun banyak sekali yang bilang "Kamu nggak cocok menjadi anak SMA, kamu cocoknya menjadi anak SD..." -_- Haha abaikan, itu hanyalah ejekan ringan. Yang pasti aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kemudahan, bapak ibu guru yang selalu membimbingku, orang tua yang selalu memotivasi, teman teman yang selalu mendorongku. Terima kasih kalian semuaaa. Aku bersyukur berada di antara orang orang baik seperti kalian {} And the last one, thank you very much to all people who had visiting my blog. Keep visiting! See ya at another story! =)

Jumat, 05 April 2013

Playing Piano!


Hai guys
Kali ini aku mau cerita tentang hobiku yang satu ini. taraaaaa, yaps. playing piano! Jadi aku mau cerita tentang proses proses kenapa aku bisa main alat musik satu ini. simak yaa.

Ini berawal dari alat musik yang dibelikan oleh orang tuaku waktu TK dulu. Semacam umm campuran antara keyboard dan pianika. Dibilang keyboard enggak, dibilang pianika juga enggak. Jadi ini alat musik yang ukurannnya kira kira 1 meter. Tutsnya kecil kecil, ada kira kira 3 oktaf nada, dan disediakan microfon kecil yang berfungsi layaknya microfon pada umumnya. Aku sering nyoba nada nada sederhana. Kadang menyanyi pakai microfon. Asyik! Tapi beberapa hari kemudian, microfon itu dirusakkan oleh seseorang *nggak perlu disebutkan siapa* dan akhirnya aku males pakai alat musik ini lagi!

Dan konon cerita, waktu aku TK aku pernah ikut marching band di sekolahku, aku memegang drum. Iya drum! Coba bayangkan anak lima tahun yang kecil ini megang drum yang ukurannya lumayanlah, kasihan sekali ya? :") Sebagai balita yang wajar, karena keyboard kecilku rusak, aku mencoba move on dari keyboard ke drum ini. Dan sepertinya orang tuaku mengerti bagaimana keadaanku, aku dibelikan alat musik serupa dengan drum namun versi kecil. Di rumah bisa latihan, yey! \(^^)/

Kemudikan saat aku menginjak kelas 2, dan pada saat itu kakak perempuanku kelas 5, dia mengikuti marching band di sekolah dan dia memegang pianika. Jadi ya otomatis di rumah, ada sebuah pianika. Aku yang sudah lupa dengan peristiwa waktu TK, mulai menjamahnya kembali. Ya lumayanlah bisa main lagu "Ibu Kita Kartini", "Twinkle Twinkle Little Star" dan lagu sederhana lainnya. Aku latihan kalau mood sedang terkumpul dan lumayan juga, setiap hari para tetangga bakalan denger lagu Ibu Kita Kartini dengan volume yang keras banget dan dimainkan berulang ulang. Semoga terhibur ya wahai tetangga ._.v

Selanjutnya, saat aku kelas 4, aku ikut marching band club di sekolah. Di sana aku megang pianika. Yeah banyak lagu lagu baru yang aku kenal, beruntung banget! Sewaktu mengikuti marching band di sekolahku aku bisa belajar not lagu "Payung Fantasi", "Indonesia Jaya", lagu pop, dan lagu lagu lainnya. Jadi para tetangga mulai mendengar lagu baru, dan itu bukan lagu Ibu Kita Kartini lagi, hehe.

Di saat yang sama, yaitu kelas 4, aku mengikuti Lomba Paduan Suara bersama kakak kakak kelas 5. Kita latihan di rumah Eyang Tarto dan Eyang Titik. Ya di sinilah aku mulai mengenal keyboard lebih jauh. Awalnya aku hanya melihat kakak kelasku, Mbak Mirtha yang bisa main keyboard. Aku iseng lihat caranya bermain. Iseng sebenernya. Tiba tiba Eyang Titik bertanya, "Malikah pengen bisa main keyboard juga? Boleh boleh. Nanti setelah lombanya selesai, main ke sini ya latihan sama Eyang...". Dan aku mengangguk saja.

Setelah lomba selesai, aku mulai ke rumah Eyang Tarto dan Eyang Titik untuk latihan keyboard. Di sana diajarkan lagu lagu sederhana dan kemudian diajarkan lagu lagu yang lumayan berat saat itu. Karena di saat inilah aku pertama kali tau tentang chord. Waktu itu hanya bisa memainkan chord C, G dan F. Dengan pergerakan tangan yang belum terlalu lihai, aku bisa memainkan lagu "Mother How Are You Today", "Kelinciku", dan lain lainnya. Saat inilah aku belajar bagaimana untuk fokus, karena bermain dengan dua tangan ternyata tidak mudah. Butuh konsentrasi yang sangat tinggi.

Dan mulai kelas lima, orang tuaku membelikanku alat musik keyboard sesungguhnya. Iya, maksudnya tidak seperti jaman TK dulu, hehe. Aku dibelikan, dan mulai saat itu omku mengajarkanku tentang walking chord. Karena selama ini memang aku menggunakan chord blok yang monoton sekali. Oke aku mencoba. Aku mencoba lagu Mother How Are You Today dengan walking chord. Ini susah, susah sekali! Aku mencoba, gagal, mencoba. Karena itu hari libur, aku berlatih dari pagi sampai siang hampir sore. Iya demi ini. Dan aku bisa. Akhirnya!

Setelah itu saat latihan di rumah Eyang Tarto dan Eyang Titik, aku mencoba metode walking chord dari omku tadi dan Eyang bilang ini hebat. Aku jadi semakin semangat untuk latihan. Kini aku mulai bisa bermain keyboard dengan bernyanyi. Aku suka ini semua. Dan semenjak itu, aku jadi sering diikutkan ke acara acara oleh Eyang Tarto dan Eyang Titik. Seperti acara perpisahan sekolah, perayaan hari PGRI, perayaan hari PKK, penyambutan Camat, dan lain lain. Aku senang sekali :)

Setelah lulus SD aku mulai jarang mengunjungi Eyang Tarto dan Eyang Titik. Aku berlatih sendiri di rumah. Dan hasilnya, aku bisa bermain "Fur Elise", "Minuet", dan lain lain. Kemudian aku merengek ke ibuku ingin les keyboard, dan benar saja, aku didaftarkan ke Purwacaraka. Di sana aku bertemu dengan guru pengajarku, namanya, sebut saja pak JP.

Pertama kali aku les di Purwacaraka, diajaknya aku oleh pak JP ke ruangan untuk les keyboard, Ia bertanya, "Dek, bisa lagu apa aja? Coba dimainkan, sebisanya."

Lalu aku coba lagu lagu yang aku pelajari di rumah. Dan Pak JP bertanya lagi. "Loh ini musik piano klasik lho. Kamu belajar dari siapa?"

Aku ceritakan semuanya, dan Ia bertanya lagi, "Jadi Eyang ngajarin kamu lagu klasik?"

"Saya belajar keyboard dari beliau, kemudian saya mencoba lagu lagu ini di rumah.", kataku.

Katanya, jarang jarang ada anak sepertiku. "Loh kamu nggak boleh les di keyboard ini. Minggu depan kamu harus saya pindah ke kelas piano. Jarang jarang lho ada anak yang mau belajar sendiri, biasanya ikut les hanya karena disuruh orang tuanya, padahal anaknya sendiri nggak berminat. Kamu harus bersyukur sama Tuhan, kamu dikasih potensi yang nggak semua orang punya", ucapnya panjang lebar padaku.

Ya aku merasa senang atas ucapannya. Menurutku itu sangat mendorongku untuk menjadi lebih baik lagi. Dan yaa akhirnya minggu selanjutnya aku mengikuti kelas piano pop. Ternyata piano berbeda sekali dengan keyboard, tutsnya yang sangat berat kadang membuat jari jari kecilku ini tidak kuat menahannya. Dan di alat musik yang ini, aku belajar bagaimana aku menginjak pedal agar nada yang kutekan bisa menghasilkan nada yang panjang, ini memerlukan konsentrasi lebih daripada bermain keyboard. Aku senang karena Pak JP sering memberi contoh contoh lagu yang hebat menurutku.

Di sinilah aku mengenal lagu lagu baru, yang hebat. Mulai dari lagu pop yang dimainkan sedemikian rupa, lagu Jazz seperti "You Are My Sunshine", "Around The World", Lagu jenis Swing Ballad Cocktail Style, Jenis Simple Notes seperti "Yellow Circle", "The Midnight Moon", "Two Sharp", dan masih banyak lagi.

Dan oh iya, dari sinilah aku benar benar mengerti tentang not balok yang lumayan rumit. Mengerti tentang Akor empat nada, akor lima nada, akor diminished, dan masih banyak lagi. Aku belajar banyak hal tentang apa yang aku tidak ketahui sebelumnya, tentang musik.

Nah itulah sedikit ceritaku, untuk kalian semua yang ingin belajar tentang musik, kalian pasti bisa, asalkan kalian totalitas untuk hal itu. Dan selanjutnya, terima kasih sebesar besarnya kepada Eyang Tarto dan Eyang Titik yang telah menemukan potensiku untuk pertama kalinya, orang tuaku yang selalu memberikan fasilitas dan semangat untuk semua ini, guru marching bandku, pak JP yang telah mengembangkan potensi musikku, dan semua orang yang telah membantuku mengenal musik sejauh ini. Dan yang terakhir, terima kasih kepada seluruh visiter blogku, selalu kunjungi blogku ya. G'bye see ya soon at the another story :")

Sabtu, 04 Agustus 2012

Penderitaanku~


Hai guys. Udah sebulan lebih nih aku nggak posting di blog tercinta :3 Oke masalahnya nggak ada ide keren yang muncul dari otak tentang harus kuisi cerita apa lagi u,u Dan oke. Akhirnya aku menemukannya. Bukan cerita keren sebenarnya. Tapi ini menarik untuk kuceritakan *semoga saja*. Ini kuambil dari cerita nyataku~ Simak ya simak ya :)


Hari itu, kira kira seminggu lalu, dan aku lupa kapan tepatnya. Sore hari, jam setengah 5. Saat persiapan buka puasa. Entah kenapa, hari itu aku ingin sekali menyantap yang namanya ikan. Yey! \m/


*satu jam kemudian*


"Allahu akbar Allahu akbar..." Suara adzan memecahkan keheningan. Segera saja aku berdoa buka puasa dan segera saja kubatalkan puasa hari itu dengan semangkuk es buah dan segelas teh panas. Setelah selesai semuanya, aku dan keluargaku sholat maghrib berjamaah. Sholat selesai, dan kemudian kita, maksudnya aku dan keluargaku, segera ke meja makan. Kita semua mengambil porsi makan masing masing. Kemudian aku segera saja mengambil ikan berbumbu pedas sesuai kemauanku tadi. Dan disinilah masalah dimulai~


Kulahap makananku tadi dengan lancar. Tak ada masalah yang kualami saat itu. Kukunyah, kutelan tak ada yang salah. Dan saat aku memasukkan kepala sendok yang berisi nasi dan ikan, tiba tiba ada sesuatu yang mengganjal di mulutku. Namun aku merasa tak ada apa apa. Everything will be fine, begitu fikirku~


Awalnya tak ada yang aneh. Namun selang beberapa menit kemudian... "Tenggorokanku!! Tenggorokanku!!", ingin rasanya aku berteriak seperti itu. Namun tak bisa. Aku berlari ke kamar mandi. Tenggorokanku sakit sekali. Setelah kucoba untuk mencari tahu, aku merasa ada duri ikan yang tertelan dan menyangkut di bagian tenggorokanku. Sakit.


Aku kembali ke meja makan. Kulanjutkan makan. Namun kali ini lebih hati hati. Tapi ternyata ini sakit sekali. Untuk menelan terutama. Kalau untuk berbicara, masih mendingan. Ini benar benar menyiksaku :3 aaaa~


Namun rupanya waktu itu aku bisa bertahan. Menahan sakitnya tenggorokan. Miris. Sangat. Kemudian aku berfikir, mungkin kalau untuk tidur, paginya akan sembuh. Benar benar tidak masuk akal. Namun kucoba saja, sekadar menenangkan diriku sendiri. Dan akhirnya aku tidur malam itu. Nyenyak~


Paginya, jam 3, aku terbangun. Kubasuh mukaku. Lantas segera aku ke meja makan. Sebenarnya aku sudah lupa, apa yang terjadi semalam, tentang tenggorokanku. Namun sekejap aku teringat kembali. Aku mengira ini sudah tamat. Tapi nyatanya, ini masih sakit. Baiklah, pagi ini aku melaksanakan sahur dengan tersiksa.


Sorenya, saat aku sedang ke rumah nenek, aku menceritakan 'tersiksa'nya aku kepada pembantu nenekku. Kemudian dia menjawabnya, "Aku sudah pernah seperti itu.". Betapa bahagianya aku. "Dulu aku makan nasi hangat tapi tanpa dikunyah, langsung sembuh", lanjutnya. Oke, akan kucoba cara ini.


Saat buka puasa, oke, aku mencobanya. Satu kali, gagal. Dua kali. Tiga kali. Gagal semua. Justru tambah sakit tenggorokanku ini :3 Dan efek buruknya, perutku sakit karena aku memakan 3 sendok nasi tanpa kunyah. Cool! Ini penderitaanku jadi 2 ^^v


Baiklah aku mulai putus asa. Kemudian kakakku bilang "kamu makan apa gitu yang berserat. Nanti sembuh deh. Ngejus atau mbuat agar agar gitu.". Oke kakaaak~ Kucoba cara kedua ini. Aku membuat jus mangga kweni yang sengaja kubuat kentaaaal sekali. Kuminum. Dan..........gagal :')


Dan paginya aku melaksanakan sahur dengan penderitaan (lagi). Aku mulai putus asa. Ini benar benar sakit sekali. Di setiap sholat, aku selalu berdoa "Ya Allah keluarkan duri di tenggorokanku :'O Selamatkan tenggorokanku". Aku berdoa. Karena aku takut ini akan menjadi masalah rumit yang harus operasi dan apalah. Aku membayangkan apapun yang tak seharusnya tak muncul di pikiranku. Hari hari kulewati dengan sakitnya tenggorokanku. Menderita sekali aku.


Hingga akhirnya 2 hari kemudian~ 2 hari tersebut aku sudah lupa dengan tenggorokanku. Dan hasilnya......tenggorokanku sembuh! Sembuh teman teman! Sembuh! Ini betul betul sembuh! How surprising I am!!! ε=ε=┏( ˆ▽ˆ)┛Aku senang sekali! Horee~


*THE END* ---> Happy Ending


Baiklah teman teman ^^ Itulah sedikit penderitaanku yang dapat kuceritakan pada kalian. Dari penderitaanku itu, aku menemukan hikmah di balik semua itu. Pertama, berhati hatilah dalam melakukan sesuatu. Walaupun hanyalah duri yang menyangkut di tenggorokanku. Coba saja. Sakit :3 Oke, kedua, percayalah pada kekuatan doa. Naah ini nih .__. Walaupun kau mencoba beberapa cara jitu namun jika kau tak berdoa, kau tak diridhai Allah dan tralalala~ Hasilnya... Tak akan ada hasilnya. Pasti!


Oke teman teman semua, sudah cukup panjang rupanya. Thanks ya. Forgive me for all my mistakes. Tetap kunjungi blogku ya :) Jangan lupa, Do leave a comment ^^ bye bye. see U soon O:)

Senin, 25 Juni 2012

Fakta TentangKU

hallo teman teman ^^v
Udah lama nggak posting di blog nih :D habisnya bingung sih mau ngisi apaan T.T Yaudah deh, berhubung blogku ini bertemakan tentang diriku ya mm ini aku punya suatu cerita yang masih ada kaitannya tentang diriku ini :D tentang fakta fakta mengenai aku dan yang pastinya tentang aku semasa kecil. Wah masih imut imut pastinya *apaini? --a* Oke silahkan membaca 'v'/

Ini dia beberapa fakta faktaku semasa kecil --->

*Phobia badut
Ya benar banget. Aku memang takut pakai banget kalau sama badut. Ibu sering bercerita padaku kalau semasa kecil aku lari dan sembunyi kalau ketemu sama makhluk yang namanya badut. Aku sih nggak percaya. Mana bisa aku takut sama badut? Yang ada badut kan imut banget :3 Namun, ternyata aku salah. Aku masih ingat betul, beberapa bulan yang lalu, aku dan teman temanku yang kala itu sudah kelas 2 SMP. Waktu itu aku dan kawan kawan sedang beli makanan ringan di kantin sebelah. Dan tiba tiba ada sesosok aneh menakutkan. Menggunakan wig keriting warna warni, mukanya diberi bedak sangat tebal dan tubuhnya besar sekali. Aku sadar, dia adalah badut. Aku terkejut dan menjerit sekencang kencangnya, begitu pula teman temanku yang lain u,u :D



*Sering mengigau
Hmm. Yang satu ini, kuakui betul aku sering mengigau. Sudah beberapa kali aku mengigau dan bahkan sejak kecil. Dan anehnya, aku sering mengigau saat sedang sakit T.T Dulu itu, kira kira aku SD dan entah kelas berapa, aku sedang demam. Tinggi sekali suhu tubuhku. Malam hari aku tidur supaya aku cepat sembuh. Dan aku tidur pulas awalnya. Kira kira jam 2 pagi, aku bermimpi aneh. Aku bermimpi aku di rumah sendirian di malam hari dan bahkan hujan lebat serta mati lampu. Aku berada di sudut jendela. Menangis, menjerit. Memanggil nama kakak, ayah dan ibu yang kala itu sedang mengeluarkan mobilnya. Pergi meninggalkan aku. Bersama, namun tanpa aku. Aku sedih sekali. Menangis sekeras kerasnya. Tiba tiba, datang seseorang memelukku. Dan ternyata ibuku. Ibu mencoba menghibur. Sesaat aku tersadar, aku telah bermimpi. Setelah aku sadar betul, Ibu bercerita padaku bahwa tadi saat aku tidur, aku menangis di ujung jendela, menjerit dan menangis. Namun mataku tertutup. Rupanya aku terlelap. Dan aku tersadar, aku telah mengigau T.T

*Sering mimisan
Iya mimisan. Aku serius. Dalam hidup ini, aku mengaku aku sudah sering sekali mimisan. Dan mungkin aku tak sanggup untuk menghitung berapa kali sudah aku mengalami kejadian mimisan ini. Aku tak tahu mengapa. Namun aku percaya, mungkin karena aku mempunyai darah O. Namun aku tak tahu kepastiannya. Tak hanya saat kecil saja. Namun sampai sekarang.

*Suka mengarang
Kalau untuk hal yang satu ini, untuk semasa aku kecil saja. Sekarang sih, menurutku jarang aku mengarang. Waktu kecil aku sering mengarang ini itu. Aku bercerita ke siapa saja, apa saja yang telah kukarang. Ibu pernah mengungkapkan, aku pernah mengarang bahwa aku bertemu dengan badut. Padahal kan aku takut sekali dengan yang namanya badut. Dan aku dibawa ke langit. Terbang menggunakan balon. Memang tidak masuk akal. Entah aku dapat ide dapat dari mana untuk bercerita seperti itu. Ya. Anak kecil memanglah begitu :D


Tumblr_m60itxq0811rrhwaco1_500_large

Hmm kurasa cukup ini dulu deh fakta tentang aku yang ku-share. Masih banyak fakta fakta tentang diriku, sebenarnya. Tunggu kelanjutannya ya :) Tetap kunjungi blog-ku ya kawan ^^v Thanks a lot~

Kamis, 14 Juni 2012

Buku Harian Merah Muda

hai semuanya~~
selamat datang di postku yang kedua ^^
untuk postku yang kedua ini aku mau cerita tentang bagaimana aku bisa muncul di dunia ini. loh loh? aneh kan aneh kan? u,u yaa ikuti terus ya ceritanya :D
~~~~~~~
Hari itu, entah tanggal berapa dan bulan apa, aku yang saat itu duduk di bangku kelas 7 smp, berniat membersihkan almariku pada hari Minggu yang cerah itu. Kubersihkan semua almariku sampai sebersih bersihnya. Kukeluarkan semua isi almari yang sangat banyak, tak bisa kusebutkan satu persatu. Namun, tiba tiba pandanganku terjatuh pada sebuah buku catatan harian berwarna merah muda, warna yang memang menjadi favoritku. Kemudian aku segera mencari kunci untuk 'gembok' buku harianku. Setelah kutemukan kuncinya, dengan senang hati segera saja kubuka buku harianku yang memang lama tak kujamah sekalipun.


Kubuka lembar demi lembar buku itu. Aku tersenyum. Di buku mungilku itu kutemukan foto fotoku bersama teman temanku semasa SD. Rasanya seperti bernostalgia. Kubuka lagi lembaran harianku. Dan sontak, jemariku berhenti membuka lembaran kala aku menemukan halaman yang berisi tulisan tanganku dulu, entah kapan tepatnya, karena aku tidak menuliskan kapan aku menulisnya di buku harianku itu. Inilah ceritanya ^^ ~~~>


--Kala itu, saat adzan maghrib mulai berkumandang. Saat sang mentari mulai kembali ke peradabannya. 17 Agustus 1998, tepatnya. Seorang ibu sedang berjuang melawan apapun, bahkan ajal sekalipun. Dengan penuh doa dan airmata, akhirnya beliau telah berhasil dengan perjuangannya. Tepatnya pukul 22:00 namun aku tak tahu berapa menit atau berapa detikkan kelebihannya. Seorang buah hati yang telah lama dinanti, telah menyapa dunia dengan tangisnya. Malikah Najibah, itulah nama yang diberikan kepada sesosok mungil itu--


Ya itulah isi dari sekutip buku harianku. Aku tersenyum kecil membacanya, waktu itu. Kemudian kulanjutkan membuka lembar selanjutnya. Di sana ada beberapa kisah tentangku sewaktu aku masih kecil pula. inilah ceritanya~~>


--Eh tau tidak? Aku menyukai bola. Aku suka menonton pertandingan bola. Dan tahu tidak mengapa aku suka menonton bola? Umm sebenarnya waktu aku lahir dulu, ayah dan kakak laki-lakiku sedang menonton bola. Kalau tidak salah mereka sedang menonton pertandingan Inggris. Dan saat itu Owen, salah satu pemain terkenal dari Grup Inggris, sedang menggiring bola. Dan akhirnya.... "gol!!!".. Dan saat Owen memasukkan bola ke dalam gawang, akupun dilahirkan dengan tangisku "oeek oeek"--


Itu ceritanya. Bahkan sampai sekarang aku pun tak tahu, apakah itu cerita reka reka atau cerita nyata. Aku hanya tertawa melihat cerita yang kubuat di buku harianku itu. Tertawa aneh pastinya. Aneh mengapa aku bisa membuat cerita seperti itu. ckckck.. Dan oh iya. Setelah aku selesai membaca buku harian merah mudaku itu, kemudian kakakku datang. Memarahiku, karena aku bukannya membersihkan almari tapi malah bernostalgia dengan buku buku masa kecilku. errr --a


Yaa kiranya cukup segini dulu ceritanya.. Oh iya ini aku punya foto fotoku masa balitaku. Ku-share sekalian deh :D







Oke makasih ya udah mengunjungi blog-ku. Tetap ikuti blogku yaa ^^ Salam persahabatan! :D